Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Motivasi dan Transfer Dalam Belajar Bahasa Strategi Pembelajaran

Transfer dan motivasi memainkan peranan penting dalam belajar. Transfer, yang berarti penerapan pengetahuan sebelumnya pada situasi belajar baru (Mckeough, 1995) sering dilihat sebagai tujuan belajar sehingga yang menjadi ukuran keberhasilan belajar adalah seberapa jauh transfer itu terjadi (Pea, 1987; Perkins, 1991).

Motivasi dan Transfer Dalam Belajar Bahasa Strategi Pembelajaran

Motivasi, yang didefinisikan sebagai daya dorong untuk menciptakan dan mempertahankan niat dan tindakan mengejar cita-cita (Ames & Ames, 1989), adalah penting  karena motivasi tersebut menentukan tingkat keterlibatan aktif dan sikap pelajar terhadap belajar.


Hubungan Antara Transfer Dan Motivasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transfer dan motivasi itu saling mendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal.  Jika siswa merasa bahwa apa yang ia pelajari itu relevan dan dapat ditransfer ke situasi yang lain, maka ia akan melihat bahwa belajar itu ada artinya, dan motivasinya untuk memperoleh pengetahuan atau ketrampilan akan meningkat.

Demikian pula, agar transfer itu terjadi, pelajar harus termotivasi untuk melakukan dua hal.  Pertama, ia harus dapat mengenali peluang untuk melakukan transfer (Prawat, 1989); ke dua, ia perlu mempunyai motivasi untuk memanfaatkan peluang ini (Pea, 1988).

Dengan demikian, tantangan bagi pengajaran adalah untuk secara serempak meningkatkan transfer dan motivasi sehingga keduanya mendukung belajar.  Untuk melakukan ini, para guru, pertama-tama, harus memahami hakikat transfer dan hakikat motivasi.

Hakikat Transfer
Para guru sering bertanya kepada dirinya sendiri "Situasi belajar apakah yang perlu ditransfer?"  Jawabannya mungkin adalah satu atau lebih dari yang berikut ini: isi atau pengetahuan konseptual, pengetahuan strategis atau prosedural, dan pengaturan belajar yang sesuai (Thorndike, 1932; Perkins et al., 1993).

Orang-orang yang menganggap bahwa pengajaran pengetahuan isi itu lebih penting daripada pengetahuan strategis berpendapat bahwa siswa yang sudah menguasai pengetahuan isi dalam bidang tertentu akan mampu menunjukkan penggunaan secara canggih strategi efektif dalam situasi baru, termasuk strategi-strategi yang tidak pernah diajarkan secara eksplisit (Chi, 1988). 

Mereka menyatakan bahwa tanpa pengetahuan yang terkait dengan bidang tertentu, strategi umum itu mempunyai efek yang lemah untuk meningkatkan prestasi dalam kebanyakan tugas.

Sementara itu, argumen yang umumnya diberikan untuk menekankan pentingnya pengajaran pengetahuan strategis adalah bahwa, jika orang dapat mengidentifikasi dan mengajarkan ketrampilan umum (misalnya, ketrampilan metakognitif dan pemecahan masalah) yang dapat diterapkan pada berbagai macam tugas, maka hal itu akan memudahkan transfer belajar (Pressley et al., 1987).

Walaupun para pendukung kedua kubu tersebut tidak sependapat mengenai masalah apa persisnya yang ditransfer, mereka sepakat bahwa sikap positif terhadap belajar adalah penting bagi keberhasilan pelajar.  Sikap ini meliputi hal-hal seperti motivasi tinggi, sikap berani mengambil resiko, kesadaran atau perhatian, dan rasa tanggung jawab untuk belajar (Salomon & Perkins, 1988; Pea, 1988).


Haikat Motivasi
Gardner dan Lambert (1972) memperkenalkan pengertian motivasi instrumental dan motivasi integratif.  Dalam konteks belajar bahasa, motivasi instrumental adalah keinginan siswa belajar bahasa untuk dimanfaatkan (seperti untuk bekerja atau bepergian), sedangkan motivasi integratif adalah keinginan belajar bahasa untuk mengintegrasikan diri dalam masyarakat bahasa tersebut.

Dalam penelitian-penelitian yang kemudian, Crookes dan Schmidt (1991), serta Gardner dan Tremblay (1994) menyelidiki empat orientasi motivasional lain: (a) alasan belajar, (b) keinginan untuk mencapai tujuan belajar, (c) sikap positif terhadap situasi belajar, dan (d) perilaku untuk berusaha.

Banyak ahli teori dan peneliti telah menemukan pentingnya mengenali bangunan motivasi bukan sebagai suatu entitas tunggal tetapi sebagai suatu entitas yang multi-faktor.  Oxford dan Shearin (1994) menganalisa sebanyak 12 teori atau model motivasional, termasuk yang berasal dari ilmu psikologi sosial, perkembangan kognitif, dan psikologi budaya sosial, dan menemukan adanya enam faktor yang mempengaruhi motivasi dalam belajar bahasa:

  • sikap (yaitu., perasaan terhadap masyarakat yang belajar dan bahasa yang diperlajari).
  • kepercayaan tentang dirinya sendiri (yaitu, harapan mengenai sikapnya sendiri untuk berhasil kecukupan diri, dan ketertarikannya).
  • tujuan (kejelasan dan relevansi yang dirasakannya mengenai tujuan belajar sebagai alasan untuk belajar).
  • keterlibatan (yaitu., sejauh mana pelajar secara aktif dan sadar berpartisipasi dalam proses belajar bahasa).
  • dukungan lingkungan (yaitu., sejauh mana dukungan guru dan teman belajar, serta pengintegrasian dukungan budaya dan situasi di luar kelas ke dalam pengalaman belajar).
  • sifat pribadi (yaitu., aptitud, umur, jenis kelamin, dan pengalaman belajar bahasa sebelumnya).

Kecanduan Ponsel? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Penelitian Terbaru

Di mana-mana kamu pasti kerap melihat orang-orang menggunakan ponsel dengan frekuensi tinggi. Bagi sebagian orang, perilaku terhadap smartphone menjadi kompulsif, dengan efek negatif pada kehidupan mereka.

Sementara smartphone, tablet, atau komputer dapat menjadi alat yang sangat produktif, penggunaan perangkat ini secara kompulsif dapat mengganggu pekerjaan, sekolah, dan hubungan.

Kecanduan Ponsel? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Penelitian Terbaru

Dengan mempelajari tentang kamu dan gejala kecanduan ponsel dan Internet dan cara melepaskan diri dari kebiasaan itu, kamu dapat lebih menyeimbangkan hidup, online, dan offline.

Dilansir dari Healthline, para ilmuwan di University of Washington (UW) menemukan serangkaian pemicu, yang dimiliki oleh semua kelompok umur, terkait kecanduan penggunaan ponsel. Para peneliti juga menyelidiki solusi yang dibuat pengguna smartphone untuk mengekang tingkat penggunaan yang tidak diinginkan.

Tim mempresentasikan temuannya pada 7 Mei di Konferensi ACM CHI tentang Faktor Manusia dalam Sistem Komputer di Glasgow, Skotlandia. Simak ulasan tentang kecanduan ponsel dan cara mengatasinya.

Hasil penelitian terbaru

"Temuan kami menjelaskan secara rinci seperti apa penggunaan ponsel kompulsif pada saat ini, faktor-faktor yang memicunya, dan faktor-faktor yang membantu pengguna keluar dari siklus itu," kata Hiniker.

Hiniker menjelaskan studinya dimulai ketika dia dan rekan-rekannya mendengarkan orang-orang berbicara tentang frustrasi mereka dengan cara berinteraksi dengan smartphone. Namun, semua yang diwawancarai menceritakan pengalaman telepon yang memiliki makna pribadi dan persisten.

“Itu sangat memotivasi saya,” katanya. “Solusinya adalah tidak menyingkirkan teknologi ini; ini memberikan nilai yang sangat besar. Jadi, pertanyaannya adalah, bagaimana kita mendukung nilai itu tanpa membawa semua masalah? ”

Pada akhir 2017 dan awal 2018, Hiniker dan timnya mewawancarai 39 pengguna ponsel pintar di Seattle dalam tiga kelompok antara usia 14 dan 64: siswa sekolah menengah, mahasiswa dan orang dewasa dengan gelar sarjana. Tiga puluh sembilan orang adalah sampel besar untuk jenis pekerjaan kualitatif mendalam yang ia dan timnya lakukan, katanya.

Para peneliti mewawancarai para peserta, menanyakan kepada mereka pertanyaan tentang aplikasi apa di ponsel mereka yang paling mungkin menyebabkan perilaku kompulsif.

“Banyak peserta yang mengutip aplikasi media sosial sebagai pengalaman yang mereka lakukan secara kompulsif,” kata Hiniker. "Tapi banyak juga yang muncul: permainan kasual, YouTube, email, dan pesan teks."

Apa yang memicu kecanduan ponsel?

Orang yang diwawancarai mengungkapkan empat pemicu umum untuk penggunaan kompulsif:

1. saat-saat kosong, seperti menunggu untuk bertemu seorang teman.
2. Sebelum atau selama tugas yang membosankan dan berulang.
3. Situasi canggung secara sosial
4. Menunggu pesan atau pemberitahuan yang diantisipasi.

Peserta juga melaporkan pemicu umum yang mengakhiri penggunaan ponsel secara kompulsif:

1. Bersaing dalam segala hal di dunia nyata, seperti bertemu dengan teman.
2. Kesadaran bahwa mereka telah menggunakan ponsel mereka selama setengah jam
3. Memerhatikan konten yang sudah mereka lihat sebelumnya.

Dari penelitian ini ditemukan bahwa bukan ponsel yang mendorong perilaku kompulsif, melainkan aplikasi yang ada didalamnya.

Cara menghentikan kecanduan ponsel

Ada sejumlah langkah yang dapat kamu ambil untuk mengendalikan ponsel dan Internetmu. Meskipun kamu sendiri dapat melakukan banyak langkah-langkah ini, kecanduan sulit dikalahkan sendiri, terutama ketika godaan selalu mudah dijangkau. Sangat mudah untuk kembali ke pola penggunaan lama.


Cari dukungan dari luar, apakah itu dari keluarga, teman, atau terapis profesional. Berikut langkah sederhananya.

Kenali pemicu


Kenali pemicu yang membuat kamu meraih ponselmu. Apakah saat kamu kesepian atau bosan? Jika kamu berjuang dengan depresi, stres, atau kecemasan, misalnya, penggunaan ponselmu yang berlebihan mungkin merupakan cara untuk menenangkan suasana hati yang sulit. Alih-alih membuka ponsel, temukan cara yang lebih sehat dan lebih efektif untuk mengatur suasana hati kamu, seperti berlatih teknik relaksasi.


Pahami perbedaan antara berinteraksi langsung dan interaksi online


Manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak dimaksudkan untuk diisolasi atau bergantung pada teknologi untuk interaksi manusia. Interaksi sosial dengan orang lain secara langsung seperti melakukan kontak mata, merespons bahasa tubuh dapat membuat kamu merasa tenang, aman, dan mengerti, dan dengan cepat mengerem stres.


Berinteraksi melalui teks, email, atau pengiriman pesan memotong isyarat nonverbal ini sehingga tidak akan memiliki efek yang sama pada kesejahteraan emosionalmu. Selain itu, teman daring tidak dapat memeluk kamu saat mengalami krisis, mengunjungi kamu saat kamu sakit, atau merayakan peristiwa bahagia bersamamu.

Perkuat jaringan dukungan


Sisihkan waktu khusus setiap minggu untuk teman dan keluarga. Jika kamu malu, ada cara untuk mengatasi kecanggungan sosial dan menjalin pertemanan abadi tanpamelibatkan media sosial atau internet.


Untuk menemukan orang-orang dengan minat yang sama, cobalah menghubungi kolega di tempat kerja, bergabung dengan tim olahraga atau klub buku, mendaftar di kelas pendidikan, atau menjadi sukarelawan untuk tujuan yang baik.

Kamu akan dapat berinteraksi dengan orang lain sepertimu, membiarkan hubungan berkembang secara alami, dan membentuk pertemanan yang akan meningkatkan kehidupan dan memperkuat kesehatanamu.

Sumber : https://hot.liputan6.com

5 Tipe Teman yang Harus Dihindari Saat Ingin Curhat Kepadanya

Mencurahkan semua masalah dan isi hati kepada teman atau sahabat dekat adalah salah satu cara agar hati kamu menjadi lebih tenang. Namun tentunya tidak semua teman boleh mendengar curahan hati dan masalah yang sedang kamu alami. Hanya teman dan orang-orang tertentu saja yang boleh mengetahui semua masalah yang ada.

5 Tipe Teman yang Harus Dihindari Saat Ingin Curhat Kepadanya

Ada beberapa tipe teman yang seharusnya kamu hindari saat ingin  mencurahkan semua keluh kesah yang ada. Contohnya, seperti lima tipe teman di bawah ini.


1. Tipe teman yang sering sekali keceplosan

Tipe teman seperti ini memang jarang diperhatikan oleh beberapa orang. Padahal tipe teman yang sering keceplosan saat ngobrol atau kumpul-kumpul adalah salah satu tipe teman yang bisa membocorkan rahasia yang kamu ceritakan kepadanya.

Dia akan sangat mudah sekali mengatakan rahasia yang sedang kamu alami kepada banyak orang. Meskipun niatnya memang tidak disengaja, namun tetap kamu harus hati-hati, sebelum semuanya terlanjur terjadi.


2. Tipe teman yang hobi nge-gosip


ika tipe teman seperti ini memang sangat patut banget kamu waspadai guys. Karena bisa  saja di saat ada di belakang kamu, dia membicarakan kejelekan-kejelekan atau rahasia kamu kepada orang lain. Buktinya saja dia sering membongkar rahasia orang lain kepada kamu. Jadi, kemungkinan besar rahasia kamu juga bisa terbongkar.


3. Tipe teman yang drama queen

Mengapa tipe teman seperti ini harus kamu waspadai atau hindari? Karena teman seperti ini pintar sekali dalam hal drama di depan kamu dan orang lain. Seolah-olah dia turut bersedih dengan masalah yang sedang menimpa kamu. Padahal sebenarnya dia akan membuka rahasia tersebut kepada orang lain. Teman seperti ini juga sering sekali mempunyai hobi nge-gosip.


4. Tipe teman yang setiap ucapannya enggak bisa dipegang

Tipe teman yang setiap omongannya enggak bisa dipegang juga tidak kalah bahaya dari tipe teman yang hobi nge-gosip. Karena dia bisa berkata kepada kamu, bahwa dia benar-benar akan menyimpan semua rahasia yang kamu ucapkan. Padahal itu semua hanya ucapan bohongnya saja.

Kalaupun dia ketahuan telah menyebarkan rahasia kamu. Dia akan membela dirinya dengan kebohongan-kebohongan lainnya, agar dia bisa kembali aman.


5. Tipe teman yang gampang banget emosian

 
Bayangin deh, kalau ada orang yang menyakiti kamu dan kamu membicarakan hal tersebut kepada teman kamu yang emosian. Pasti semuanya tidak akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Justru dia akan marah besar dan membuat masalah baru dengan orang yang sudah menyakiti kamu tersebut.

Meski niatnya ingin membantu kamu dan melindungi kamu. Tetapi caranya jelas-jelas salah besar guys. Karena nantinya hanya akan membuat masalah baru yang akan membuat kamu semakin pusing.

Mulai dari sekarang, jangan sembarangan lagi membicarakan rahasia atau curahan hati kamu kepada teman. Pilih-pilih teman dari sekarang yah!


Sumber: Idntimes

5 Alasan Sejak Kecil Kita Diajarkan untuk Tidak Mudah Menyerah

Hidup itu sebuah perjuangan. Tak ada suatu hal yang bisa kita raih dengan mudah. Apalagi tidak ada mimpi yang mampu digapai tanpa perjuangan dan pengorbanan yang kita lakukan.

5 Alasan Sejak Kecil Kita Diajarkan untuk Tidak Mudah Menyerah

Sejak kecil kita dikenalkan dengan sebuah perjuangan. Berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, sampai berjuang untuk memenuhi tuntutan dari orang lain. Meski lelah dan seolah tak mungkin karena terlalu sulit, kita selalu diajarkan untuk tidak mudah menyerah dengan keadaan.


Ternyata ajaran tersebut sangat beralasan dan berguna bagi masa kini. Kita yang sedang berjuang meraih mimpi dan menuju target, akan selalu berjuang tanpa mengenal kata menyerah.


Bahkan saat lelah pun yang kita butuhkan adalah rehat sejenak bukan berhenti atau mundur. Lalu apa saja alasan yang tidak kita sadari?


1. Belajar menghargai setiap kesempatan yang ada


Kita yang selalu berusaha untuk terus berjuang dan pantang menyerah adalah manusia yang selalu menghargai setiap kesempatan yang ada. Kita tahu kesempatan emas tidak datang 2 kali dalam hidup kita. Bahkan beberapa kesempatan benar-benar hanya datang sekali. Tidak ada pilihan lain selain terus berjuang.


Pantang menyerah membuat kita tahu betapa sulitnya kita meraih kesuksesan. Dengan kesempatan yang sangat langka, dengan pesaing yang jumlahnya tak kita duga, sampai dengan semua kesulitan yang kita alami. Sungguh sangat rugi jika kita memilih untuk menyerah lalu kemudian berhenti begitu saja.


2. Tidak meremehkan diri sendiri


Siapa yang paling harus dihargai dari setiap perjuangan kita meraih kesuksesan? Tidak lain dan tidak bukan, ia adalah diri kita sendiri. Kita bisa saja meminta orang lain menghargai kerja keras kita, meminta mereka memberi kita imbalan atas usaha kita, dan meminta mereka terus mengingat pengorbanan kita. Tapi semua itu tetaplah kurang, sebab diri kita sendirilah yang harus diperlakukan dengan baik.


Setelah kita berjuang dengan sangat keras, lalu kemudian kita meraih suatu keberhasilan, maka kata menyerah seolah bukan suatu hal yang ada di dalam kamus perjuangan kita.


Dengan tidak menyerah kita menjadi lebih tahu betapa besarnya perjuangan dan betapa kerasnya tekad kita untuk meraih suatu kesuksesan. Kita menjadi lebih menghargai diri sendiri dengan segala hal yang telah kita perjuangkan.


3. Menjadi manusia yang berkomitmen terhadap tujuan


Jangan menyerah, sekali menyerah maka semua mimpi dan cita-citamu seolah semakin jauh untuk digapai. Ya, kalimat itu seolah mengingatkan kita bahwa setiap mimpi memang harus diperjuangkan. Termasuk tujuan hidup kita yang menginginkan kehidupan yang berbeda dari saat ini.


Tak ada yang salah dari setiap mimpi yang kita punya. Yang harus dilakukan hanyalah berusaha dengan sekuat tenaga sampai mimpi itu benar-benar kita raih. Sekalipun tidak sampai menjadi milik kita, setidaknya kita tidak pernah menyerah dalam setiap usaha kita.


Di sinilah niat, tekad dan komitmen kita terus diuji. Mau yang heboh di depan atau yang tanpa banyak kata tapi melakukan aksi yang nyata?

4. Pandai berterima kasih kepada diri sendiri & orang lain


Saat kamu memilih untuk tidak menyerah sesulit apapun jalan dan perjuangan yang harus kamu lalui, disitu pula kamu akan tahu bagaimana caranya berterima kasih. Di setiap kemudahan yang kamu terima, tentu ada campur tangan pihak lain yang membuat jalanmu lebih mudah.


Kamu menjadi lebih mudah berterima kasih kepada orang yang membantumu, mereka yang tak jarang meremehkanmu dan juga kepada mereka yang tak lupa memberikanmu semangat serta doanya.


Selain itu kamu menjadi orang yang mudah berterima kasih kepada diri sendiri. Kenapa harus? Sebab bagaimanapun hasil yang kamu dapat, sukses ataupun gagal, dirimu sendiri sudah berjuang dengan sangat keras untuk berada di titik ini. Tak mengapa jika hasilnya tak membuatmu bangga, setidaknya berbanggalah sebab kamu tak mudah menyerah.


5. Melatih diri untuk bersabar menanti hasil


Bukannya bertahan dalam kesulitan dan enggan mencari jalan lain untuk menuju keberhasilan. Yang kita lakukan habya sedang berusaha pantang menyerah dan menyelesaikan semuanya sampai akhir. Jangan hanya mau berjuang, kemudian sukses, lalu kamu meninggalkannya begitu saja. Pantang menyerah mengajrkanmu banyak hal.


Salah satunya yaitu dengan kelapangan hati, setiap perjuangan yang kamu lakukan, kamu akan bersabar dalam menanti hasilnya. Kamu hanya harus terus berjuang sampai kamu tahu dimana salah dan caramu untuk membenahinya. Bukan hanya menerima hasil instan hanya karena ingin kenerima label berhasil.


Setiap proses yang kamu lalui adalah pelajaran berharga. Hasil yang kamu harapkan akan membantumu belajar menjadi pribadi yang lebih sabar dan mengerti arti kata "semua akan indah pada waktunya".


Sumber: Idntimes

Mendidik Itu Ibarat Memasak Makanan Atau Membangun Rumah

Apa persamaan antara mendidik dan memasak makanan atau membangun rumah?  Dilihat dari suatu sisi, persamaan itu banyak.  Secara umum di masing-masing kegiatan itu ada input, proses, dan produk.  Dalam memasak makanan, inputnya adalah bahan mentah (sayur, daging, beras) yang kemudian diproses (dimasak) sehingga menghasilkan produk (makanan yang enak dimakan).

Dalam membangun rumah, inputnya adalah bahan bangunan (pasir, batu bata, dsb.) yang kemudian diproses (dicampur dan dibangun) sehingga menghasilkan produk (rumah yang indah).  Dalam mendidik, inputnya adalah peserta didik yang belum terdidik, yang kemudian diproses (dilatih, dididik, diajar) sehingga menjadi produk (lulusan yang berpendidikan dengan kualitas tinggi).
 

Secara rinci, masing-masing kegiatan itu mempunyai:
  • Tujuan yang spesifik;Didasarkan pada suatu rencana;
  • Memerlukan alat untuk memproses;
  • Memerlukan tempat memproses;
  • Proses pelaksanaan rencana dilakukan oleh orang yang terlatih;

Dalam memasak makanan, tujuan itu adalah menghasilkan makanan yang enak dimakan.  Secara spesifik, tujuan itu bisa berupa bakso, soto ayam, atau gado-gado.  Dalam membangun rumah atau gedung, tujuan itu adalah menghasilkan rumah atau gedung yang enak dihuni.  Secara spesifik, tujuan itu bisa berupa rumah mungil, rumah gadang, apartemen, gedung pertemuan.

Dalam mendidik, tujuan itu adalah menghasilkan lulusan yang bermutu tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat.  Secara spesifik, tujuan itu bisa berupa lulusan yang lancar berbahasa Arab, hafal Qur’an, ahli di bidang matematika, ahli di bidang pesawat terbang, atau dokter.
 

Dalam masing-masing kegiatan, tujuan menempati posisi yang amat penting.  Tujuan ini akan menentukan rencana yang harus dibuat, proses, dan peralatan yang diperlukan.  Sebagai contoh, cara membuat dan alat untuk membuat bakso tentu saja berbeda dari cara membuat dan alat untuk membuat gado-gado.

Demikian pula, cara dan peralatan untuk membuat rumah gedung tentu berbeda dari cara dan peralatan untuk membuat rumah dari kayu.  Cara dan peralatan yang diperlukan untuk mendidik seorang sarjana teknik tentu berbeda dari cara dan peralatan yang diperlukan untuk mendidik ahli sastra atau ahli fiqh.
 

Dalam kegiatan membuat makanan, rencana atau prosedur itu disebut resep.  Dalam pembuatan rumah atau gedung, rencana itu disebut sebagai blue-print. Dan, dalam kegiatan mendidik, rencana itu disebut sebagai kurikulum, silabus, atau rencana pelajaran.  Seperti dikatakan di atas, bentuk rencana ini amat ditentukan oleh tujuan yang ingin dicapai.  Tanpa tujuan yang jelas dan spesifik, sulit kiranya untuk membuat rencana yang tepat.
 

Dalam rencana kegiatan ini biasanya disebutkan bahan (input) apa yang dibutuhkan, berapa jumlahnya, bagaimana spesifikasinya, kondisi idealnya, dsb.  Juga disebutkan bagaimana memproses input tersebut sehingga menjadi produk yang diharapkan, serta peralatan apa yang digunakan dan bagaimana cara menggunakannya.

Kejelasan rencana ini penting terutama kalau rencana itu harus dilaksanakan oleh orang lain (bukan pembuat rencana atau desainer).  Apalagi kalau yang melaksanakan itu orang banyak, seperti halnya di restoran besar, proyek perumahan, atau di perguruan tinggi/sekolah.
 

Setelah rencana dibuat, maka ditentukan peralatan apa yang diperlukan untuk melaksanakan rencana tersebut.  Dalam kegiatan masak-memasak, peralatan ini bisa berupa kompor, alat penggoreng, panci, dlsb.  Dalam kegiatan membuat rumah, peralatan ini bisa berupa bulldozer, cangkul, sekop, dlsb.  Dalam kegiatan belajar mengajar, peralatan ini bisa berupa komputer, papan tulis, meja belajar, dlsb.
 

Di samping peralatan, diperlukan juga tempat untuk melakukan kegiatan tersebut.  Dalam kegiatan memasak, tempat kegiatan itu biasanya adalah dapur.  Dalam pembangunan rumah atau gedung, tempat kegiatan ini bisa berupa lahan tempat gedung itu akan dibangun.  Dalam kegiatan pendidikan, tempat kegiatan itu biasanya disebut kampus atau sekolah.
 

Setelah peralatan dan tempat kegiatan itu ditentukan dan diperoleh, maka ditentukan siapa yang harus melaksanakan rencana tersebut.  Dalam proses memasak, pelaksana rencana tersebut biasanya adalah tukang masak.  Di restoran yang besar, tukang masak ini jumlahnya bisa besar dan dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya.

Ada yang bagian memotong daging, menggoreng, mencampur bumbu, sampai ke bagian menguji kesempurnaan makanan (tukang cicip).  Dalam kegiatan pembangunan gedung atau rumah, pelaksana rencana ini adalah para tukang.  Ada tukang kayu, tukang besi, tukang tembok, tukang cat, dsb.  Demikian juga dalam dunia pendidikan.  Para pelaksana rencana ini biasanya disebut guru, dosen, atau pelatih dengan keahlian masing-masing.
 

Di restoran besar, para tukang masak ini biasanya dikordinasi oleh seorang Koki Kepala.  Dialah yang bertanggung jawab atas kualitas makanan yang dihasilkan oleh para tukang masak itu.  Dalam pembangunan gedung yang besar, kordinasi terhadap para tukang ini biasanya dilakukan oleh seorang Kepala Proyek.  Dialah yang bertanggung jawab atas selesainya proyek tepat pada waktunya, sesuai dengan rencana (blue print) yang telah disepakati, dan dengan kualitas yang telah disepakati pula.

Di dunia pendidikan, fungsi kordinasi ini dipegang oleh Kepala Sekolah, Rektor, Dekan, atau Ketua Jurusan (sesuai tingkatan tanggung jawab masing-masing).  Dialah yang bertanggung jawab atas selesainya pendidikan siswa/mahasiswa tepat waktu, sesuai dengan kurikulum (rencana pendidikan) yang telah disepakati, dan dengan kualitas lulusan yang telah disepakati di sekolah, jurusan, fakultas, atau universitas tersebut.
 

Yang tak kalah pentingnya adalah evaluasi.  Evaluasi adalah alat kontol kualitas berdasarkan standar kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya.  Evaluasi produk ini penting terutama kalau makanan, rumah/gedung, dan jasa pendidikan itu ingin dijual ke masyarakat.  Dalam proses masak memasak, evaluasi ini dilakukan dengan cara mencicipi masakan.  Dalam pembangunan gedung/rumah, evaluasi ini dilakukan dengan cara menguji kekuatan bangunan tersebut.  Dalam bidang pendidikan, evaluasi ini dilakukan melalui ujian akhir sebelum lulus.

Kualitas produk akan sangat ditentukan apakah komponen-komponen tersebut berkualitas baik atau tidak.  Apabila salah satu komponen tersebut tidak berkualitas baik, kemungkinan kualitas produknya tidak akan sebaik yang diharapkan.  Misalnya rencana yang tidak bagus akan sulit untuk menghasilkan produk yang bagus.  Tetapi, rencana yang bagus dan berkualitas belum tentu menghasilkan produk yang bagus kalau proses pelaksanaannya, tenaga pelaksananya, peralatannya, ataupun cara mengevaluasinya atau orang yang mengevaluasinya tidak bagus kualitasnya.  Semua komponen itu berinteraksi saling mempengaruhi dalam suatu sistem.


Kepala sekolah, ketua jurusan, dekan, ataupun rektor adalah ibarat kepala proyek atau kepala Koki yang bertanggung jawab atas kualitas produk tersebut.  Tugas utama mereka adalah untuk memastikan setiap komponen tersebut berkualitas baik sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik pula. 

Tahukah Anda Bahwa Setiap Langkah Itu Adalah Anugerah


Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya, la membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian mengangkat seorang anak kecil agar dapat melihat pemandangan, la juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.
Tahukah Anda Bahwa Setiap Langkah Itu Adalah Anugerah

Baca Juga : Hidup Itu Indah Bagi Manusia Yang Mempunyai Harapan

Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Dari mana Anda belajar melakukan hal hal seperti itu? tanya sang  profesor. "Oh," kata Harry, "selama perang”. Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya."Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah, "katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

Tahukah Anda
Sir Henry Wyat, seorang bangsawan di masa pemerintahan Raja Richard III (1452-1485) dari Inggris, dijebloskan ke Tower of London, dengan tuduhan terlibat kejahatan politik dan dijatuhi hukuman mati dengan jalan dibiarkan mati kelaparan. Kucing milik Sir Henry Wyat. mengikuti tuannya ke Tower of London, dan setiap hari kucing itu membawa seekor merpati bagi tuannya lewat cerobong. Dengan jalan inilah Sir Henry Wyat dapat tetap hidup hingga berbulan-bulan. Sang raja, yang mendengar keajaiban ini akhirnya memerintahkan Sir Henry Wyat agar dilepaskan dari tempat tahanannya.

Kata Bijak Hari Ini
Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan,entah mereka menyukainya atau tidak. (Aldus Huxley)
Sekian Artikel yang berjudul "Tahukah Anda Bahwa Setiap Langkah Itu Adalah Anugerah", semoga bisa bermanfaat bagi Admin sendirinya dan bagi pembaca semua terutama bisa menjadi motivasi hidup dalam meraih masa depan yang cerah. Wassalam "Dikutip Dari Berbagai Sumber"

Hidup Itu Indah Bagi Manusia Yang Mempunyai Harapan

Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.

Hidup Itu Indah Bagi Manusia Yang Mempunyai Harapan

Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu bahwa kita akan mati sementara orang mati tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan bahwa hidup menjadi berharga karena kita melakukan sesuatu; berbuat sesuatu seperti untuk menikmati segala hal dalam hidup ini dengan sukacita dan kita juga senantiasa hidup dalam kebenaran dan keadilan, dengan tetap menjaga hidup kerohanian kita. Semua hal ini memberi penjelasan kepada kita, bahwa keindahan hidup tidak diukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga diukur dari kaya miskinnya orang, tetapi dari bagaimana ia mengisi hidupnya.

Hidup menjadi berarti jika kita mengisinya dengan kerja dan usaha

Hidup menjadi berarti jika kita mengisinya dengan kerja dan usaha

Baca Juga : Kedudukan Bumi Yang Sangat Seimbang

Tentang hal hal yang baik. Yang paling penting dari semua itu adalah meskipun hidup ini sia sia. tetapi hidup ini adalah pemberian Tuhan. Maka selama kita hidup nikmatilah hidup kita dengan kerja, sukacita dan harapan. Hanya dengan demikian kita dapat menemukan keindahan hidup, pendek atau panjang umur kita. Kita dapat menikmati keindahan hidup, kaya atau miskin keadaan kita. Karena hidup adalah Anugerah. Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti berjuang.

Harapan membuat manusia merancangkan langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena di dalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.